Monitoring Air | Hasil Pengukuran | Sub Das Cikapundung (Bandung)

HASIL PENGUKURAN

Sub DAS Cikapundung (Bandung)

Berdasarkan hasil pengukuran beberapa parameter pada bulan Juni, terdapat beberapa perubahan yang cukup mencolok pada beberapa titik pengamatan. Hal itu dapat dilihat pada tabel dibawah ini : 

1. Tingkat Keasaman (pH)

Hasil pengukuran terhadap tingkat keasaman yang dilakukan sejak bulan Mei Juli 2007 menunjukkan bahwa secara keseluruhan tingkat keasaman (pH) air di Sub Das Cikapundung berada pada keadaan yang netral. Namun di lokasi mata air Cikareo dan Ciburial, pH berada pada keadaan asam. Angka pH di dua lokasi ini berkisar antara 5,7 5,9. Padahal pada bulan Mei tingkat keasaman di Cikareo masih pada keadaan netral, yaitu pada angka 6. Hal ini harus mulai diwaspadai, karena jika tingkat keasaman makin meningkat maka akan memudahkan tingkat kelarutan dari berbagai unsur logam, termasuk logam berat yang berada di alam. Jika hal tersebut terjadi akan sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat sekitar kedua mata air ini, karena mereka menjadikan mata air tersebut sebagai sumber bagi kebutuhan air minum mereka.

Tabel Tingkat Keasaman (pH) Sub DAS Cikapundung, bulan Mei Juli 2007

No. Titik

Kode Lokasi

Nama Lokasi

pH

Mei

Penjelasan

Juni

Penjelasan

Juli

Penjelasan

1

CKP-01

Bukittunggul, Cisarua, Ujungberung

-

Belum diukur

6,9

Baik-Netral

-

Belum diukur

2

CKP-02

Jembatan Batas, Bukittunggul

-

Belum diukur

6,7

Baik-Netral

6,8

Baik-Netral

3

CKP-03

Kp. Cikapundung, Suntenjaya, Lembang

7

Baik-Netral

7

Baik-Netral

6,8

Baik-Netral

4

CKP-04

Ciburial, Cibogo, Lembang

5,9

Buruk-Asam

5,7

Buruk-Asam

5,7

Buruk-Asam

5

CKP-05

Cikareo, Cikole, Lembang

6

Baik-Netral

5,8

Buruk-Asam

5,7

Buruk-Asam

6

CKP-06

Ciputri, Cikidang, Lembang

7,2

Baik-Netral

6,8

Baik-Netral

6,7

Baik-Netral

7

CKP-07

Jbt. Ciputri, Wangunharja, Lembang

7,1

Baik-Netral

-

Belum diukur

-

Belum diukur

8

CKP-08

Maribaya, Langensari, Lembang

7,7

Baik-Netral

7,4

Baik-Netral

7,3

Baik-Netral

9

CKP-09

Sukaresmi, Mekarwangi, Lembang

7,5

Baik-Netral

7,5

Baik-Netral

6,9

Baik-Netral

10

CKP-10

Jbt. Lbk Siliwangi, Hegarmanah, Cidadap

7,7

Baik-Netral

7,5

Baik-Netral

7,3

Baik-Netral

11

CKP-11

PLN, Banceuy, Sumur Bandung

7,4

Baik-Netral

7,2

Baik-Netral

6,9

Baik-Netral

12

CKP-12

Ancol Timur, Ancol, Regol

7,4

Baik-Netral

7,1

Baik-Netral

6,7

Baik-Netral

13

CKP-13

Ancol Timur, Ancol, Regol (dr. selokan)

7,5

Baik-Netral

7,2

Baik-Netral

6,8

Baik-Netral

14

CKP-14

Lamajang, Citeureup, Dayeuhkolot

7,1

Baik-Netral

7

Baik-Netral

7

Baik-Netral

 

2. Daya Hantar Listrik (Conductivity)

Kawasan hulu Sub DAS Cikapundung memiliki angka konduktivitas yang masih rendah, sehingga kemungkinan kandungan garam-garaman dan logam masih rendah. Namun memasuki kawasan permukiman, angka konduktivitas mulai bertambah tinggi, meskipun masih dalam skala yang baik. Kondisi terburuk berada pada titik sample di daerah Ancol Timur, yaitu dengan angka 730 S. Hal ini mengindikasikan tingginya kandungan garam-garaman atau logam di dalam air. Tingginya kandungan garam-garaman/logam di dalam air sangat berbahaya, karena akan mematikan biota air tawar. Titik ini merupakan selokan yang berasal dari pembuangan permukiman, kampus, dan juga ada apotik. Kandungan garam-garaman/logam tersebut di atas kemungkinan berasal dari limbah permukiman, kampus, dan apotik yang dibuang ke badan sungai. Kondisi yang juga buruk adalah di daerah hilir Cikapundung, yaitu di titik sampel daerah Lamajang, Dayeuh Kolot. Tingginya angka konduktivitas di sini kemungkinan merupakan akumulasi dari masukan-masukan limbah dari daerah hulu dan tengah Sub Das Cikapundung. Hasil pengukuran bulan Mei sampai Juli, menunjukkan adanya kecenderungan kenaikan angka konduktivitas yang kemungkinan juga akibat meningkatnya jumlah polutan yang masuk ke sungai ini. Meskipun di beberapa titik ada juga yang mengalami penurunan kembali angka konduktivitas pada bulan Juli. Misalnya seperti yang terjadi di Sukaresmi, Desa Mekarwangi, di mana angka konduktivitas mengalami kenaikan yang cukup besar pada bulan Juni. Pada bulan Mei angka masih 150 S meningkat menjadi 390 S pada bulan Juni. Namun berdasarkan pengukuran bulan Juli, angka konduktivitas kembali menurun menjadi 250 S.

Tabel Angka Konduktivitas Sub DAS Cikapundung, bulan Mei Juli 2007

No. Titik

Kode Lokasi

Nama Lokasi

Konduktivitas (S )

Mei

Penjelasan

Juni

Penjelasan

Juli

Penjelasan

1

CKP-01

Bukittunggul, Cisarua, Ujungberung

-

Belum diukur

40

Sangat Baik

-

Belum diukur

2

CKP-02

Jembatan Batas, Bukittunggul

-

Belum diukur

40

Sangat Baik

40

Sangat Baik

3

CKP-03

Kp. Cikapundung, Suntenjaya, Lembang

50

Sangat Baik

60

Sangat Baik

110

Sangat Baik

4

CKP-04

Ciburial, Cibogo, Lembang

170

Baik

210

Baik

170

Baik

5

CKP-05

Cikareo, Cikole, Lembang

120

Sangat Baik

110

Sangat Baik

100

Sangat Baik

6

CKP-06

Ciputri, Cikidang, Lembang

100

Sangat Baik

100

Sangat Baik

120

Sangat Baik

7

CKP-07

Jbt. Ciputri, Wangunharja, Lembang

90

Sangat Baik

-

Belum diukur

-

Belum diukur

8

CKP-08

Maribaya, Langensari, Lembang

150

Baik

170

Baik

160

Baik

9

CKP-09

Sukaresmi, Mekarwangi, Lembang

150

Baik

390

Baik

250

Baik

10

CKP-10

Jbt. Lbk Siliwangi, Hegarmanah, Cidadap

140

Baik

140

Baik

170

Baik

11

CKP-11

PLN, Banceuy, Sumur Bandung

180

Baik

210

Baik

240

Baik

12

CKP-12

Ancol Timur, Ancol, Regol

180

Baik

210

Baik

240

Baik

13

CKP-13

Ancol Timur, Ancol, Regol (dr. selokan)

630

Cukup Baik

560

Cukup Baik

730

Cukup Baik

14

CKP-14

Lamajang, Citeureup, Dayeuhkolot

350

Baik

250

Baik

210

Baik

 

3. Tingkat Kelarutan Padatan (TDS)

Tingkat kelarutan padatan di Sub DAS Cikapundung secara umum masih berada pada level yang sangat baik. Angka TDS tertinggi berada di lokasi pengukuran di daerah Ancol Timur yang merupakan selokan, yaitu 360 ppm, meskipun masih berada pada level baik. Hal ini kemungkinan diakibatkan banyaknya limbah, baik limbah industri maupun rumah tangga, yang mengandung padatan baik berupa mineral atau garam-garaman yang dibuang ke badan sungai Cikapundung. Padatan-padatan tersebut kemudian larut di dalam air sehingga meningkatkan angka TDS. Perubahan angka TDS di masing-masing titik sampel secara umum tidak besar. Perubahan yang cukup besar terjadi di titik CKP-09, yaitu di Kampung Sukaresmi, Desa Mekarwangi, Lembang. Pada bulan Mei angka TDS masih 70 ppm dan meningkat cukup besar di bulan Juni menjadi 200 ppm, namun pada bulan Juli kembali turun menjadi 120 ppm. Meningkatnya angka TDS bulan Juni kemungkinan dipengaruhi oleh adanya aktivitas pengurasan di pengolahan air bersih PDAM Dago Bengkok di mana hasil pengurasannya dibuang ke badan sungai Cikapundung.

Tabel Tingkat Kelarutan Padatan (TDS) Sub DAS Cikapundung, bulan Mei Juli 2007

No. Titik

Kode Lokasi

Nama Lokasi

TDS (ppm)

Mei

Penjelasan

Juni

Penjelasan

Juli

Penjelasan

1

CKP-01

Bukittunggul, Cisarua, Ujungberung

-

Belum diukur

20

Sangat Baik

-

Belum diukur

2

CKP-02

Jembatan Batas, Bukittunggul

-

Belum diukur

10

Sangat Baik

10

Sangat Baik

3

CKP-03

Kp. Cikapundung, Suntenjaya, Lembang

20

Sangat Baik

30

Sangat Baik

50

Sangat Baik

4

CKP-04

Ciburial, Cibogo, Lembang

80

Sangat Baik

110

Sangat Baik

80

Sangat Baik

5

CKP-05

Cikareo, Cikole, Lembang

60

Sangat Baik

50

Sangat Baik

50

Sangat Baik

6

CKP-06

Ciputri, Cikidang, Lembang

50

Sangat Baik

50

Sangat Baik

50

Sangat Baik

7

CKP-07

Jbt. Ciputri, Wangunharja, Lembang

40

Sangat Baik

-

Belum diukur

-

Belum diukur

8

CKP-08

Maribaya, Langensari, Lembang

70

Sangat Baik

80

Sangat Baik

80

Sangat Baik

9

CKP-09

Sukaresmi, Mekarwangi, Lembang

70

Sangat Baik

200

Baik

120

Sangat Baik

10

CKP-10

Jbt. Lbk Siliwangi, Hegarmanah, Cidadap

70

Sangat Baik

70

Sangat Baik

80

Sangat Baik

11

CKP-11

PLN, Banceuy, Sumur Bandung

90

Sangat Baik

100

Sangat Baik

120

Sangat Baik

12

CKP-12

Ancol Timur, Ancol, Regol

90

Sangat Baik

100

Sangat Baik

120

Sangat Baik

13

CKP-13

Ancol Timur, Ancol, Regol (dr. selokan)

310

Baik

280

Baik

360

Baik

14

CKP-14

Lamajang, Citeureup, Dayeuhkolot

180

Baik

120

Sangat Baik

140

Baik

 

4. Oksigen Terlarut (Dissolve Oxygen / DO)

Berdasarkan pengukuran yang dilakukan bulan Mei dan Juli 2007, terjadi beberapa perubahan angka oksigen terlarut (DO) yang cukup signifikan. Sebagian besar titik-titik sample di Sub DAS Cikapundung mempunyai kadar oksigen terlarut yang buruk. Penurunan DO secara signifikan terjadi di titik pengukuran Sukaresmi dan Ancol Timur. Di Sukaresmi kadar DO menurun dari angka 5,8 mg/L menjadi 1,3 mg/L sehingga berada pada level sangat buruk. Sedangkan di Ancol Timur kadar DO menurun dari angka 5,5 mg/L menjadi 1,6 mg/L sehingga berada pada level sangat buruk. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh banyaknya pembuangan limbah, baik limbah industri maupun rumah tangga, ke Sungai Cikapundung. Kemungkinan limbah-limbah tersebut mengandung bakteri maupun unsur kimia anorganik, misalnya besi yang dapat mengikat oksigen sehingga menurunkan kadar oksigen di dalam air. Hasil pengukuran di Kp. Cikapundung Desa Suntenjaya, pada bulan Mei dan Juni angka DO masih pada angka yang cukup baik. Namun pada bulan Juli angka DO turun menjadi 5,2 mg/L sehingga berada pada level buruk. Pada saat pengukuran bulan Juli di titik ini sedang terjadi aktivitas pembuangan kotoran sapi oleh peternak langsung ke badan sungai. Kemungkinan hal inilah yang mengakibatkan turunnya kadar DO di titik ini.

Tabel Tingkat Oksigen Terlatur (DO) Sub DAS Cikapundung, bulan Mei Juli 2007

No. Titik

Kode Lokasi

Nama Lokasi

DO ( mg/L)

Mei

Penjelasan

Juni

Penjelasan

Juli

Penjelasan

1

CKP-01

Bukittunggul, Cisarua, Ujungberung

-

Belum diukur

7,8

Baik

-

Belum diukur

2

CKP-02

Jembatan Batas, Bukittunggul

-

Belum diukur

7,5

Baik

5,9

Buruk

3

CKP-03

Kp. Cikapundung, Suntenjaya, Lembang

7,7

Baik

7,2

Baik

5,2

Buruk

4

CKP-04

Ciburial, Cibogo, Lembang

5,8

Buruk

5,9

Buruk

5,5

Buruk

5

CKP-05

Cikareo, Cikole, Lembang

7,3

Baik

7,3

Baik

6,2

Cukup Baik

6

CKP-06

Ciputri, Cikidang, Lembang

7,9

Baik

6,9

Cukup Baik

5,9

Buruk

7

CKP-07

Jbt. Ciputri, Wangunharja, Lembang

8,3

Baik

-

Belum diukur

-

Belum diukur

8

CKP-08

Maribaya, Langensari, Lembang

8,4

Baik

7,9

Baik

6,3

Cukup Baik

9

CKP-09

Sukaresmi, Mekarwangi, Lembang

5,8

Buruk

1,3

Sangat Buruk

4,4

Buruk

10

CKP-10

Jbt. Lbk Siliwangi, Hegarmanah, Cidadap

3,6

Sangat Buruk

7,7

Baik

4,7

Buruk

11

CKP-11

PLN, Banceuy, Sumur Bandung

5,7

Buruk

2,8

Sangat Buruk

3,9

Sangat Buruk

12

CKP-12

Ancol Timur, Ancol, Regol

6

Baik

7,1

Baik

4,9

Buruk

13

CKP-13

Ancol Timur, Ancol, Regol (dr. selokan)

5,5

Buruk

1,6

Sangat Buruk

2,9

Sangat Buruk

14

CKP-14

Lamajang, Citeureup, Dayeuhkolot

3,1

Sangat Buruk

4,1

Buruk

4,8

Buruk

 

5. Nitrat

Kandungan nitrat di dalam air sungai Cikapundung cukup tinggi. Tingginya kandungan nitrat sudah dimulai dari kawasan hulu. Bahkan di mata air Ciburial, menunjukkan angka yang sangat tinggi, yaitu 93,9 mg/L. Padahal menurut PP No. 82 tahun 2001, kadar nitrat dalam air baku adalah 10 mg/L sedangkan mata air tersebut dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai sumber air baku untuk diolah menjadi air minum. Sumber Nitrat dapat berasal dari alam (batuan/tanah) juga dari berbagai limbah organik, seperti limbah tinja/urine, limbah kotoran peternakan dan berbagai limbah organik lainnya yang oleh mikroorganisme akan diproses menjadi ion-ion Nitrit dan Nitrat. Sehingga pembuangan kotoran ternak di kawasan hulu serta pembuangan tinja ke badan sungai di daerah permukiman, kemungkinan menjadi penyebab tingginya kadar nitrat di Sungai Cikapundung saat ini. Bahkan pada bulan Juli, saat dilakukan pengukuran di titik sampel di Kp. Cikapundung Desa Suntenjaya sedang terjadi aktivitas pembuangan kotoran sapi ke badan sungai oleh peternak sapi di sana. Alhasil kandungan Nitrat di lokasi inipun meningkat sangat tajam. Pada bulan Mei dan Juni kandungan Nitrat adalah 5,3 mg/L namun pada bulan Juli meningkat menjadi 109 mg/L.

Tabel Kandungan Nitrat Sub DAS Cikapundung, bulan Mei Juli 2007

No. Titik

Kode Lokasi

Nama Lokasi

Nitrat (mg/L)

Mei

Penjelasan

Juni

Penjelasan

Juli

Penjelasan

1

CKP-01

Bukittunggul, Cisarua, Ujungberung

-

Belum diukur

8,9

Baik

-

Belum diukur

2

CKP-02

Jembatan Batas, Bukittunggul

-

Belum diukur

12,4

Buruk

12,4

Buruk

3

CKP-03

Kp. Cikapundung, Suntenjaya, Lembang

5,3

Baik

5,3

Baik

109

Sangat Buruk

4

CKP-04

Ciburial, Cibogo, Lembang

75,3

Sangat Buruk

93,9

Sangat Buruk

50,5

Sangat Buruk

5

CKP-05

Cikareo, Cikole, Lembang

22,6

Sangat Buruk

25,7

Sangat Buruk

18,6

Buruk

6

CKP-06

Ciputri, Cikidang, Lembang

12,8

Buruk

12

Buruk

14,8

Buruk

7

CKP-07

Jbt. Ciputri, Wangunharja, Lembang

10,5

Buruk

-

Belum diukur

-

Belum diukur

8

CKP-08

Maribaya, Langensari, Lembang

26,6

Sangat Buruk

23

Sangat Buruk

19,9

Buruk

9

CKP-09

Sukaresmi, Mekarwangi, Lembang

34,6

Sangat Buruk

62,9

Sangat Buruk

2,2

Sangat Baik

10

CKP-10

Jbt. Lbk Siliwangi, Hegarmanah, Cidadap

8,4

Baik

9,7

Baik

8,9

Baik

11

CKP-11

PLN, Banceuy, Sumur Bandung

18,2

Buruk

34,1

Sangat Buruk

23

Sangat Buruk

12

CKP-12

Ancol Timur, Ancol, Regol

25,3

Sangat Buruk

15,1

Buruk

8

Baik

13

CKP-13

Ancol Timur, Ancol, Regol (dr. selokan)

-

Belum diukur

20,8

Sangat Buruk

42,5

Sangat Buruk

14

CKP-14

Lamajang, Citeureup, Dayeuhkolot

48,7

Sangat Buruk

21,7

Sangat Buruk

23,5

Sangat Buruk

 

6. Nitrit

Sebagaimana Nitrat, kandungan nitrit di dalam air sungai Cikapundung juga cukup tinggi dan sudah dimulai dari kawasan hulu. Bahkan kandungan terbanyak ada di mata air Cikareo yang menunjukkan angka 0,99 mg/L. Padahal menurut PP No. 82 tahun 2001, kadar nitrit maksimal dalam air baku adalah 0,06 mg/L sedangkan mata air tersebut dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai sumber air baku untuk diolah menjadi air minum. Sumber Nitrit dapat berasal dari alam (batuan/tanah) juga dari berbagai limbah organik, seperti limbah tinja/urine, limbah kotoran peternakan dan berbagai limbah organik lainnya yang oleh mikroorganisme akan diproses menjadi ion-ion Nitrit dan Nitrat. Secara umum pembuangan kotoran ternak di kawasan hulu serta pembuangan tinja ke badan sungai di daerah permukiman, kemungkinan menjadi penyebab tingginya kadar nitrit di Sungai Cikapundung saat ini. Hal ini dibuktikan dengan pengukuran pada bulan Juli. Saat dilakukan pengukuran di titik sampel di Kp. Cikapundung Desa Suntenjaya sedang terjadi aktivitas pembuangan kotoran sapi ke badan sungai oleh peternak sapi di sana. Sehingga kadar Nitrit di lokasi inipun meningkat cukup tajam. Padahal bulan Mei kadar Nitrit di titik ini sebanyak 0,33 mg/L, bulan Juni 0,2 mg/L, namun pada bulan Juli meningkat menjadi 0,59 mg/L.

Tabel Kandungan Nitrit Sub DAS Cikapundung, bulan Mei Juli 2007

No. Titik

Kode Lokasi

Nama Lokasi

Nitrit ( mg/L )

Mei

Penjelasan

Juni

Penjelasan

Juli

Penjelasan

1

CKP-01

Bukittunggul, Cisarua, Ujungberung

-

Belum diukur

0,2

Cukup Baik

-

Belum diukur

2

CKP-02

Jembatan Batas, Bukittunggul

-

Belum diukur

0,2

Cukup Baik

0,16

Cukup Baik

3

CKP-03

Kp. Cikapundung, Suntenjaya, Lembang

0,33

Cukup Baik

0,2

Cukup Baik

0,59

Cukup Baik

4

CKP-04

Ciburial, Cibogo, Lembang

0,33

Cukup Baik

0,16

Cukup Baik

0,26

Cukup Baik

5

CKP-05

Cikareo, Cikole, Lembang

0,99

Cukup Baik

0,2

Cukup Baik

0,2

Cukup Baik

6

CKP-06

Ciputri, Cikidang, Lembang

0,33

Cukup Baik

0,16

Cukup Baik

0,26

Cukup Baik

7

CKP-07

Jbt. Ciputri, Wangunharja, Lembang

0,33

Cukup Baik

-

Belum diukur

-

Belum diukur

8

CKP-08

Maribaya, Langensari, Lembang

0,66

Cukup Baik

0,59

Cukup Baik

0,86

Cukup Baik

9

CKP-09

Sukaresmi, Mekarwangi, Lembang

0,59

Cukup Baik

0,59

Cukup Baik

0,2

Cukup Baik

10

CKP-10

Jbt. Lbk Siliwangi, Hegarmanah, Cidadap

0,66

Cukup Baik

0,33

Cukup Baik

0,36

Cukup Baik

11

CKP-11

PLN, Banceuy, Sumur Bandung

0,99

Cukup Baik

0,92

Cukup Baik

0,69

Cukup Baik

12

CKP-12

Ancol Timur, Ancol, Regol

0,99

Cukup Baik

0,53

Cukup Baik

0,76

Cukup Baik

13

CKP-13

Ancol Timur, Ancol, Regol (dr. selokan)

-

Belum diukur

0,33

Cukup Baik

0,46

Cukup Baik

14

CKP-14

Lamajang, Citeureup, Dayeuhkolot

0,66

Cukup Baik

0,66

Cukup Baik

0,49

Cukup Baik

 

7. Phospat

Berdasarkan hasil pengukuran bulan Mei sampai bulan Juli 2007 kadar Fosfat di Sub DAS Cikapundung masih berada pada level yang sangat baik sehingga kadar fosfat masih sangat rendah.

Tabel Kandungan Fosfat Sub DAS Cikapundung, bulan Mei Juli 2007

No. Titik

Kode Lokasi

Nama Lokasi

Fospat (mg/L)

Mei

Penjelasan

Juni

Penjelasan

Juli

Penjelasan

1

CKP-01

Bukittunggul, Cisarua, Ujungberung

-

Belum diukur

0,00

Sangat Baik

-

Belum diukur

2

CKP-02

Jembatan Batas, Bukittunggul

-

Belum diukur

0,00

Sangat Baik

0

Sangat Baik

3

CKP-03

Kp. Cikapundung, Suntenjaya, Lembang

-

Belum diukur

0,00

Sangat Baik

0

Sangat Baik

4

CKP-04

Ciburial, Cibogo, Lembang

-

Belum diukur

0,00

Sangat Baik

0

Sangat Baik

5

CKP-05

Cikareo, Cikole, Lembang

-

Belum diukur

0,00

Sangat Baik

0

Sangat Baik

6

CKP-06

Ciputri, Cikidang, Lembang

-

Belum diukur

0,00

Sangat Baik

0

Sangat Baik

7

CKP-07

Jbt. Ciputri, Wangunharja, Lembang

-

Belum diukur

-

Belum diukur

-

Belum diukur

8

CKP-08

Maribaya, Langensari, Lembang

-

Belum diukur

0,00

Sangat Baik

0

Sangat Baik

9

CKP-09

Sukaresmi, Mekarwangi, Lembang

-

Belum diukur

0,04

Sangat Baik

0

Sangat Baik

10

CKP-10

Jbt. Lbk Siliwangi, Hegarmanah, Cidadap

-

Belum diukur

0,00

Sangat Baik

0

Sangat Baik

11

CKP-11

PLN, Banceuy, Sumur Bandung

-

Belum diukur

0,02

Sangat Baik

0

Sangat Baik

12

CKP-12

Ancol Timur, Ancol, Regol

-

Belum diukur

0,00

Sangat Baik

0,02

Sangat Baik

13

CKP-13

Ancol Timur, Ancol, Regol (dr. selokan)

-

Belum diukur

0,00

Sangat Baik

0,03

Sangat Baik

14

CKP-14

Lamajang, Citeureup, Dayeuhkolot

-

Belum diukur

0,01

Sangat Baik

0,01

Sangat Baik

 

8. Kandungan unsur besi (Fe)

Menurut pemantauan dari bulan Mei dan Juni, secara umum kandungan unsur besi (Fe) di Sub DAS Cikapundung berada pada skala yang buruk. Sebagian besar kandungan besinya berada pada batas maksimal, yaitu 0,3 mg/L. Hal ini akan sangat berbahaya, karena unsur besi ini akan mengikat oksigen di dalam air, sehingga akan menurunkan kadar DO. Unsur besi ini akan mengalami oksidasi oleh oksigen yang berasal dari air sehingga menghasilkan besi Fero (Fe2+) dan asam sulfat (H2SO4) yang akan meningkatkan keasaman air. Kondisi air yang asam ini dengan bantuan beberapa jenis bakteri akan melarutkan beberapa logam berat yang bersifat sangat beracun bagi manusia dan kehidupan lainnya, seperti unsur Mangan (Mn), Tembaga (Cu), Seng (Zn), Timah hitam (Pb) dan Chadmium (Cd).

Berdasarkan pengukuran bulan Mei dan Juni, kandungan besi di sebagian besar titik pengukuran mengalami peningkatan. Peningkatan yang paling besar berada di lokasi Sukaresmi, Desa Mekarwangi. Pada bulan Mei kandungan besi di titik ini adalah 1,5 mg/L dan meningkat menjadi 4,3 mg/L pada bulan Juni. Meningkatnya kandungan besi ini kemungkinan dipengaruhi oleh adanya aktivitas pengurasan di pengolahan air bersih PDAM Dago Bengkok di mana hasil pengurasannya dibuang ke badan sungai Cikapundung.

Tabel Kandungan Unsur Besi (Fe) Sub DAS Cikapundung, bulan Mei Juli 2007

No. Titik

Kode Lokasi

Nama Lokasi

Besi ( ppm )

Mei

Penjelasan

Juni

Penjelasan

Juli

Penjelasan

1

CKP-01

Bukittunggul, Cisarua, Ujungberung

-

Belum diukur

0

Sangat Baik

-

Belum diukur

2

CKP-02

Jembatan Batas, Bukittunggul

-

Belum diukur

0,5

Cukup Baik

-

Belum diukur

3

CKP-03

Kp. Cikapundung, Suntenjaya, Lembang

0,9

Buruk

1

Buruk

-

Belum diukur

4

CKP-04

Ciburial, Cibogo, Lembang

0

Sangat Baik

0

Sangat Baik

-

Belum diukur

5

CKP-05

Cikareo, Cikole, Lembang

0

Sangat Baik

0

Sangat Baik

-

Belum diukur

6

CKP-06

Ciputri, Cikidang, Lembang

1,5

Buruk

3,3

Sangat Buruk

-

Belum diukur

7

CKP-07

Jbt. Ciputri, Wangunharja, Lembang

2,3

Buruk

-

Belum diukur

-

Belum diukur

8

CKP-08

Maribaya, Langensari, Lembang

1,5

Buruk

1,3

Buruk

-

Belum diukur

9

CKP-09

Sukaresmi, Mekarwangi, Lembang

1,5

Buruk

4,3

Buruk

-

Belum diukur

10

CKP-10

Jbt. Lbk Siliwangi, Hegarmanah, Cidadap

1,4

Buruk

1,5

Buruk

-

Belum diukur

11

CKP-11

PLN, Banceuy, Sumur Bandung

1,4

Buruk

1,5

Buruk

-

Belum diukur

12

CKP-12

Ancol Timur, Ancol, Regol

1,4

Buruk

2

Buruk

-

Belum diukur

13

CKP-13

Ancol Timur, Ancol, Regol (dr. selokan)

0

Sangat Baik

1,7

Buruk

-

Belum diukur

14

CKP-14

Lamajang, Citeureup, Dayeuhkolot

2,2

Buruk

2,5

Buruk

-

Belum diukur

 

9. Kekeruhan (Turbidity)

Tingkat kekeruhan di kawasan hulu Sub DAS Cikapundung masih berada pada level yang cukup baik, yaitu di bawah angka 50 NTU. Namun memasuki kawasan pertanian mulai terjadi peningkatan angka kekeruhan. Berdasarkan pengukuran bulan Mei dan Juni terjadi peningkatan angka kekeruhan yang cukup besar di daerah Ciputri. Pada bulan Mei tingkat kekeruhan menunjukkan angka 27 NTU, namun pada bulan Juni meningkat menjadi 127 NTU, sehingga tingkat kekeruhan di sini berada pada level buruk. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh terjadinya erosi lapisan topsoil yang diakibatkan oleh hujan. Namun angka ini kembali turun di bulan Juli menjadi 28 NTU. Angka tertinggi terjadi di hulu Sub DAS Cikapundung, yaitu di daerah Lamajang, Dayeuh Kolot. Di sini juga terjadi peningkatan yang cukup besar, dari angka 48 NTU pada bulan Mei, menjadi angka 148 NTU pada bulan Juni. Aktivitas pengurasan di unit pengolahan air bersih PDAM Dago Bengkok juga turut meningkatkan tingkat kekeruhan. Di mana pada bulan Mei tingkat kekeruhan adalah 74 NTU dan meningkat ketika ada aktifitas tersebut saat pengukuran di Bulan Juni menjadi 176 NTU.

Tabel Tingkat Kekeruhan (Turbidity) Sub DAS Cikapundung, Bulan Mei Juli 2007

No. Titik

Kode Lokasi

Nama Lokasi

Kekeruhan ( NTU )

Mei

Penjelasan

Juni

Penjelasan

Juli

Penjelasan

1

CKP-01

Bukittunggul, Cisarua, Ujungberung

-

Belum diukur

14

Baik

-

Belum diukur

2

CKP-02

Jembatan Batas, Bukittunggul

-

Belum diukur

15

Baik

7

Baik

3

CKP-03

Kp. Cikapundung, Suntenjaya, Lembang

13

Baik

35

Baik

119

Buruk

4

CKP-04

Ciburial, Cibogo, Lembang

3

Sangat Baik

1

Sangat Baik

0

Sangat Baik

5

CKP-05

Cikareo, Cikole, Lembang

4

Sangat Baik

1

Sangat Baik

0

Sangat Baik

6

CKP-06

Ciputri, Cikidang, Lembang

27

Baik

127

Buruk

28

Baik

7

CKP-07

Jbt. Ciputri, Wangunharja, Lembang

53

Cukup Baik

-

Belum diukur

-

Belum diukur

8

CKP-08

Maribaya, Langensari, Lembang

46

Baik

53

Cukup Baik

30

Baik

9

CKP-09

Sukaresmi, Mekarwangi, Lembang

74

Cukup Baik

176

Baik

65

Cukup Baik

10

CKP-10

Jbt. Lbk Siliwangi, Hegarmanah, Cidadap

48

Baik

70

Cukup Baik

75

Cukup Baik

11

CKP-11

PLN, Banceuy, Sumur Bandung

31

Baik

22

Baik

93

Cukup Baik

12

CKP-12

Ancol Timur, Ancol, Regol

46

Baik

8

Baik

117

Buruk

13

CKP-13

Ancol Timur, Ancol, Regol (dr. selokan)

0

Sangat Baik

5

Sangat Baik

112

Buruk

14

CKP-14

Lamajang, Citeureup, Dayeuhkolot

48

Baik

148

Buruk

61

Cukup Baik

 

10. Debit Air

Berdasarkan pengukuran bulan Mei sampai Juli 2007, secara keseluruhan terjadi penurunan debit dari bulan ke bulan. Hal ini kemungkinan disebabkan karena berkurangnya intensitas hujan dari Mei hingga Juli. Selain itu buruknya kualitas daerah tangkapan air di hulu Sub DAS Cikapundung berkontribusi terhadap penurunan debit ini. Karena saat musim hujan, air tidak dapat diserap secara makisimal ke dalam tanah untuk dijadikan cadangan di musim kemarau. Hal ini dapat dilihat dari menurunnya debit di mata air Cikareo di mana pada bulan Mei dan Juni debit air adalah 59,4 liter/detik, namun pada bulan Juli menurun menjadi 48 liter/detik. Kemungkinan penurunan ini juga terjadi di mata-mata air yang berada di daerah Sub DAS Cikapundung, sehingga aliran sepanjang sungai Cikapundungpun mengalami penurunan debit.

No. Titik

Kode Lokasi

Nama Lokasi

DEBIT (Liter/det)

Mei

Juni

Juli

1

CKP-01

Bukittunggul, Cisarua, Ujungberung

-

17,1

-

2

CKP-02

Jembatan Batas, Bukittunggul

-

82

211,6

3

CKP-03

Kp. Cikapundung, Suntenjaya, Lembang

302,4

241,44

190,6

4

CKP-04

Ciburial, Cibogo, Lembang

-

-

-

5

CKP-05

Cikareo, Cikole, Lembang

59,4

59,4

48

6

CKP-06

Ciputri, Cikidang, Lembang

818,48

586,5

338,25

7

CKP-07

Jbt. Ciputri, Wangunharja, Lembang

270

-

-

8

CKP-08

Maribaya, Langensari, Lembang

1357,9

977,26

695,14

9

CKP-09

Sukaresmi, Mekarwangi, Lembang

68,31

165,55

81

10

CKP-10

Jbt. Lbk Siliwangi, Hegarmanah, Cidadap

-

1171,3

929,1

11

CKP-11

PLN, Banceuy, Sumur Bandung

4008,9

2370

1722

12

CKP-12

Ancol Timur, Ancol, Regol

-

2583

1439,6

13

CKP-13

Ancol Timur, Ancol, Regol (dr. selokan)

-

-

-

14

CKP-14

Lamajang, Citeureup, Dayeuhkolot

 

2568

1197,65

 

 

Kelompok Kerja Komunikasi Air
Jl. Pasang No. 18 Bandung 40114 Jawa Barat
Telp/Fax. +60-22-7273440 Email k3a@bdg.centrin.net.id
 
     
HOME!!!