Monitoring Air di Tiga Sub DAS di Jawa Barat
Pendahuluan
Sungai Citarum di Jawa Barat kini mengalami degradasi yang mengerikan
akibat dieksploitasi secara tidak terkendali. Pemerintah Provinsi
Jawa Barat sendiri hanya melihat Citarum sebagai
bahan komoditas yang dapat dikomersialkan tanpa mempedulikan sisi
lingkungannya. Akibatnya, sungai terpanjang di Jabar itu terancam
tidak lagi bisa menjalankan fungsi ekologi, ekonomi, dan sosial
budaya. Selain itu, kondisi ekologis Sungai Citarum juga semakin
berat, akibat penggundulan hutan yang terjadi di hulu sungai dan
ancaman pendangkalan.
Selama ini ada tiga pihak yang terkait dalam pengelolaan Citarum
yaitu pemerintah, swasta, dan masyarakat. Sungai yang mengalir
dari mata air di Gunung Wayang di ketiggian 2.180 meter ini melewati
pegunungan ke arah lembah Bandung. Daerah Aliran Sungai (DAS)
Citarum meliputi kawasan seluas 45.232 ha, yang terdiri atas 6.409
ha hutan, 35.466 ha wilayah pertanian, 1.715 ha tanah pemukiman,
dan 1.612 ha berupa tanah kosong. DAS Citarum dihuni oleh lebih
dari sembilan juta jiwa penduduk.
Sebagai
salah satu upaya memperbaiki kualitas dan kuantitas DAS Citarum
dengan memberikan informasi kepada setiap stakeholder yang ada
mengenai sumberdaya air di Jawa Barat terutama di Cekungan Bandung,
Kelompok Kerja Komunikasi Air (K3A) bekerjasama dengan Environmental
Services Program - USAID telah melakukan kegiatan Monitoring Kualitas
Air di tiga sub DAS yang merupakan bagian dari DAS Citarum. Ketiga
Sub DAS tersebut adalah sub Das Cikundul-Cilaku ( Kab. Cianjur),
Sub DAS Cileuleuy Cilamatan (Kab. Subang) dan Sub Das Cikapundung
(Bandung), Jawa Barat.. Kami berkeyakinan bahwa pengelolaan sumberdaya
air di Jawa Barat akan lebih baik apabila dilakukan secara partisipatif
dengan berbasis ekosistem sesuai dengan visi dari IUCN. Selain
itu, pemilihan isu air yang dekat dengan kehidupan masyarakat
sehari-hari menjadi penting sebagai entry point untuk meningkatkan
kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan.
|