Profil K3A
Kelompok Kerja Komunikasi Air (K3A) berdiri pada Bulan September
2005 di Bandung. Inisiasi pembentukan kelompok sendiri sudah dimulai
pada Bulan Maret 2005 sebelum kelompok ini terbentuk. K3A sebagai
kelompok kerja anggotanya terdiri dari individu-individu maupun
perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mempunyai concern
terhadap permasalahan Lingkungan dan kesehatan yang notabene berkaitan
sangat erat. Saat ini K3A beranggotakan 8 LSM, yang terdiri dari
Katurnagari, Balarea, Swadaya Muda, PPMK-SA, Kriya Media, Poklan,
KUBS, Rimboen. Lembaga-lembaga ini bergerak di bidang lingkungan,
kesehatan dan media. Jumlah staf K3A terdiri dari 12 orang dan
beberapa relawan yang sering terlibat dalam kegiatan-kegiatan
kampanye. Kelompok ini berdiri sebagai sebuah kelompok kerja dan
berjalan sangat cair dengan mengutamakan kesepahaman persepsi
terhadap pentingnya fungsi air bagi kehidupan manusia sebagai
landasan dasar di dalam bekerja dan peran-peran komunikasi bagi
seluruh stakholder dalam membentuk dan mewujudkan kualitas lingkungan
yang lebih baik dan berkelanjutan.
Sebagai kelompok kerja komunikasi, K3A lebih banyak bermitra
dengan media massa baik cetak maupun elektronik dalam mengusung
isu-isu yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan kesehatan dengan
tidak mengesampingkan stakeholder yang lain. Maintenance dilakukan
secara reguler setiap 2 bulan sekali dengan mengangkat isu tentang
air serta tidak mengabaikan isu-isu aktual yang terjadi di Bandung
dan sekitarnya. Wilayah kerja saat ini masih di wilayah Bandung
kota dan kabupaten, tapi diharapkan sejalan dengan bertambahnya
waktu, kelompok ini bisa berkembang hingga level yang lebih luas
lagi yaitu Jawa Barat. Kerjasama yang sedang dijalin saat ini
antara lain dengan ESP USAID, kerjasama dengan pihak lain tengah
dijajaki saat ini. Air menjadi garapan K3A saat ini dengan pertimbangan
bahwa tidak ada satu makhluk hidup pun di bumi ini yang tidak
perlu air, bahkan air akan bisa menjadi komoditi yang paling di
cari-cari untuk kedepannya.
Kegiatan
Beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh K3A adalah sebagai
berikut:
Kampanye Multi Media
Kampanye multi media adalah salah satu bentuk kegiatan K3A untuk
mengangkat isu-isu seputar permasalahan air yang terjadi di Bandung
dan sekitarnya melalui media-media kampanye berupa radio, televisi,
media cetak maupun komunitas. Untuk melengkapi kampanye ini juga
dipersiapkan beberapa material kampanye berupa poster, leaflet,
factsheet, sticker maupun pesan di televisi dan insert di radio.
Kegiatan kampanye multi media terdiri dari beberapa kegiatan berupa:
-
Talkshow radio dan televisi
-
Dialog Multipihak, dilakukan sebagai salah satu wahana untuk
bertukar pikiran dan merajut solusi bagi permasalahan seputar
air.
-
Media Gathering, adalah salah satu media bagi para jurnalis
untuk memperkuat kapasitas dan sumber dari isu yang akan diangkat
di media.
-
Media Visit. Sebagai tindak lanjut dari penguatan kapasitas
jurnalis serta sebagai upaya melakukan pemberitaan yang lebih
objektif maka diadakanlah media visit ke lokasi di mana isu
tersebut diangkat.
Beberapa
isu telah kami angkat dalam 1 tahun perjalanan kelompok ini mulai
dari isu "2010 Bandung tanpa air bersih", "Bandung
bersih bebas banjir", "Manajemen air dalam Rumah Tangga"
sampai yang masih berlangsung saat ini "Konservasi Sumberdaya
Air, Selamatkan kantung air kita".
Monitoring Kualitas Air
Monitoring Kualitas Air di tiga Sub DAS di Citarum (sub DAS Cikapundung,
sub DAS Cilaku - Cikundul (Cianjur) , sub DAS Cileuleuy (Subang)"
adalah salah satu kegiatan yang difokuskan di beberapa wilayah
di Jawa Barat terutama bagi DAS Citarum. Pesan utama kegiatan
monitoring ini adalah berupa adanya informasi reguler (monthly)
menyangkut lima standar dasar air yang sehat. Standar tersebut
menyangkut derajat keasaman (PH), suhu, oksigen terlarut, kekeruhan,
salinitas serta debit air ditambah dengan indikator lain berupa
tingkat sedimentasi serta parameter lainnya.
Dari hasil penelitian dan analisa yang dilakukan ini akan diseminasikan
dalam bentuk laporan bulanan. Dengan demikian diharapkan masyarakat
dan stakeholder lainnya dapat mengetahui permasalahan yang ada
pada sumber air bersih kita baik secara kualitas maupun kuantitasnya
bahkan apa penyebabnya.
Untuk menjaga keberlanjutan kegiatan ini diperlukan keterlibatan
dari stakeholder yang terkait terutama untuk mendukung pelaksanaan
pengambilan data di lapangan. Operasional dan penyediaan bahan
pendukung untuk alat ukur kualitas air, merupakan kendala yang
kami hadapi dalam pelaksanaan kegiatan monitoring ini.
|